RIAU MERDEKA / Otonomi / Terkait Sengketa Lima Desa,Gubri Undang Dua Bupati

Terkait Sengketa Lima Desa,Gubri Undang Dua Bupati

Otonomi - Redaksi |
Kamis, 06/07/2017 - 16:24:47 WIB
RIAU MERDEKA - Dengan telah keluarnya kode dan data wilayah administrasi lima desa yakni Desa Tanah Datar, Desa Intan Jaya, Desa Muara Intan, Desa Rimba Jaya dan Desa Rimba Makmur yang sebelumnya berada di Kabupaten Rokan Hulu ditetapkan masuk kedalam wilayah Kabupaten Kampar oleh Kementerian Dalam Negeri RI, bukan sebuah keputusan final.

Pasalnya, hari ini, Kamis, (6/7), Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman dijadwalkan mengundang dua Bupati yakni Bupati Rohul H Suparman SSos MSi dan Bupati Kampar Azis Zainal ke Jakarta, untuk bertemu Menteri Dalam Negeri, membahas persoalan lima desa.

Pertemuan antara dua bupati untuk membahas persoalan lima desa itu, disampaikan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman dihadapan Bupati Rohul H Suparman SSos MSi dan Wabup Rohul H Sukiman serta puluhan Guru dan perangkat pemerintah desa, di lima desa versi Rohul, dihalaman kantor bupati, kemarin.

Dihadapan puluhan guru di lima desa versi Rohul, Gubernur Riau menyatakan, dirinya telah mendengar, persoalan di lima desa yang terjadi saat ini dari Bupati Rohul.

"Kalau tak ada perubahan. Besok saya ke Jakarta, membicarakan ini ke Mendagri. Mengundang Bupati Rohul dan Bupati Kampar untuk bertemu membahas lima desa. Sehingga persoalan yang terjadi ada solusi yang dibawa pulang dan dijalankan oleh dua kabupaten (Rohul dan Kampar),"ungkap Gubernur Riau Andi Rahman kepada wartawan.

Seiring akan bertemu Mendagri, lanjutnya, untuk persoalan masalah dana sertifiksi guru di lima desa yang belum dibayarkan untuk Triwulan I (Januari-Maret 2017) dan ijazah anak tamat SD dan SMP di lima desa sehubungan dengan berpindahnya Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sebelumnya Rohul menjadi Dapodik Kampar

Dirinya mengaku, telah memerintahkan Disdik Riau untuk mengundang Kepala Disdik Kabupaten Rohul dan Kampar ke Pekanbaru, untuk mencarikan solusi dari persoalan yang terjadi di lima desa versi Rohul.

"Seharusnya hari ini (Rabu, red), kita undang dua Bupati (Rohul dan Kampar), tapi kebetulan Bupati Kampar sedang berada di Jakarta. Kondisi itu, saya sudah perintahkan Kadisdik Riau untuk memfasilitasi dua Disdik Rohul dan Kampar untuk bertemu dan membicarakan persoalan yang terjadi secara detail. Intinya, kita berusaha tidak ada yang dirugikan,"ujarnya.

Gubri menyatakan akan memenuhi janjinya, dihadapan puluhan guru dan perangkat desa di lima desa yang hadir untuk mencarikan solusi yang terbaik.

"Janji pasti akan kita penuhi. Tentu harus mencari yang terbaik dari persoalan yang ada. Saya sebagai Gubri, perpanjangan tangan Pusat. Sehingga apa yang menjadi Keputusan Pusat, tentu saya teruskan. Tapi kita berusaha ada jalan unttuk menyelesaikannya," terang Ketua DPD I Partai Golkar Riau itu.

Minta Kejelasan Status

Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam rangka monitoring dan patroli Karhutla di Kabupaten Rohul tersebut menjadi momen bagi puluhan tenaga guru dan perangkat desa yang berada di lima desa yang menjadi sengketa antara Kabupaten Rohul dan Kampar.

Mencurahkan sejumlah persoalan yang terjadi kepada orang nomor satu di Riau itu, paska telah keluarnya Kode lima desa oleh Kemendagri yang sebelumnya berada wilayah Kabupaten Rohul berpindah ke Kampar.

Sebanyak 35 guru tenaga pendidik berstatus aparatur sipil Negara di lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rohul yang mengajar di SDN dan SMPN beserta perangkat pemrintah desa yang berada di lima desa yakni Desa Tanah Datar, Desa Intan Jaya, Desa Muara Intan yang berada di Kecamatan Kunto Darussalam

Desa Rimba Makmur, Desa Rimbo Jaya Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu hadir dalam pertemuan di halaman kantor bupati, menyampaikan unik-unik dan persoalan yang terjadi.

Diantaranya  dengan keluarnya kode lima desa yang sebelumnya berada di Kabupaten Rohul telah pindah ke Kampar, sehingga lima desa tidak lagi mendapatkan kucuran dana desa dari APBN dan bantuan Alokasi Dana Desa dari APBD Rohul.

Perwakilan Guru di lima desa, yang juga menjabat Kepala SDN 007 Pagaran Tapah Darussalam Kecamatan Kunto Darussalam Gusliarni MPd menjelaskan, data pokok pendidikan (Dapodik) untuk 10 sekolah di lima desa, 7 SDN dan 3 SMP dengan jumlah 35 guru di lima desa yang selama ini menerima dana sertifikasi yang dibayarkan oleh Pemkab Rohul.

Pada tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, mempending SK sertifikasi Triwulan I (pertama) bagi guru di lima desa.

Sehingga dana sertifikasi guru di lima desa tidak bisa dicairkan. Karena 10 sekolah dilima desa terdiri 7 SD dan 3 SMP yang sebelumnya masuk kedalam data pokok pendididkan (Dapodik) Rohul, kini Dapodiknya sudah beralih ke Kabupaten Kampar.

Tidak hanya itu, Plang Nama SD dan SMP yang sebelumnya beralamat Kabupaten Rohul, sudah berganti nama menjadi Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Selanjutnya, murid kelas 6 SDN dan Kelas III SMP yang tamat tahun ini, tidak tau kelanjutannya, karena sekolah tempat asalnya tidak bisa menandatangani ijazah, karena Dapodik sudah berpindah ke Kampar.

Dengan tidak ada ijazah SDN 017, lanjutnya, tamatan SDN itu bisa melanjutkan ke pendidikan jenjang SMP. Dirinya tidak bisa menjawab, dan tidak tau apakah tamatan SDN 017 memiliki ijazah dan melanjutkan ke jenjang SMP.

"Kami harapkan Pak Gubernur, menjelang tanggal 10 Juli, kami (guru dilima desa) sudah ada kepastian dan kejelasan. Kami sebagai ASN kerja dimana, semnetara ini, untuk menguskan Dapodik atau data sertifikasi triwulan III, kami diberikan kesempatan untuk keluar dari sekolah asal, mengambil sekolah terdekat di Rohul, supaya Sertifikasi triwulan III, nama kami ada di Dapodik Rohul,"tuturnya.

Konsekuensinya, lanjutnya, kalau para guru ikut sekolah baru, maka sekolah lama akan ditinggalkan, sehingga terjadi kekosongan. Mungkin saja bisa dimamfaatkan pihak lain.

"Harapan kami tanggal 10 Juli, kami harus tau, kemana, dimana kami melangkahkan kaki, apa tetap sekolah lama atau sekolah baru atau pindah ke sekolah terdekat di Rohul," tuturnya.

Dalam pada itu, Bupati Rohul H Suparman SSos MSi menyatakan, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi telah berjanji akan menyelesaikan persoalan yang terjadi di lima desa.

Dengan mengundang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rohul dan Kampar untuk membahas persoalan ini di pekanbaru, Rabu (5/7) petang.

"Harapan kita, selesai pertemuan yang difasiltasi Kadisdik Riau antara Kadisdik Kampar dengan kadisdik Rohul yang telah kita perintahkan berangkat ke PKU, pulangnya membawa solusi yang terbaik untuk lima desa, menjelang anak didik SD dan SMP masuk sekolah 10 Juli mendatang,"sebutnya.(MC Riau/sal)

Komentar Anda :
 
Redaksi | Info Iklan
Copyright 2012 cv. PARADIGMA MEDIA MERDEKA (PMM), All Rights Reserved