RIAU MERDEKA / Otonomi / Gubri Minta Bank Riau Kepri Biayai Replanting Kelapa Sawit

Gubri Minta Bank Riau Kepri Biayai Replanting Kelapa Sawit

Otonomi - Redaksi |
Jumat, 26/01/2018 - 13:52:57 WIB
RIAU MERDEKA - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menginstruksikan kepada manajemen Bank Riau Kepri untuk terlibat dalam skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat  (KUR) Cluster replanting kelapa sawit rakyat.

Hal tersebut disampaikan saat pertemuan persiapan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan BRK di kediaman gubernur Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru, Rabu, (24/1/18).

Hadir pada rapat tersebut Dirut BRK Irvandi Gustari, Komisaris BRK Mambang Mit dan Taufiqurrahman, Asisten II Setda Provinsi Riau Masperi, Kepala OJK Perwakilan Riau Yusri.

Menurut gubernur, hasil pendataan pihaknya, ada sekitar 97 ribu hektare tanaman kelapa sawit yang akan diremajakan (replanting) secara bertahap.

"Kita targetkan tahun ini 30 ribu yang akan diremajakan. Pada Februari nanti dimulai tahapan awal untuk replanting seluas 12 ribu hektare. InsyaAllah presiden yang datang meresmikan dimulainya program replanting di Riau," ujar gubernur.

BRK kata gubernur sebagai tuan rumah harus mengambil peluang ini. Jangan sampai ketinggalan oleh bank konvensional lainnya. Apalagi, replanting ini akan berlangsung terus daurnya. Dan Riau merupakan daerah terluas di Indonesia yang memiliki perkebunan kelapa sawit.

"Saya tantang BRK untuk bisa leading dalam pembiayaan replanting ini. Harus jadi pemimpin di rumah sendiri. Jangan pula ngekor dari bank bank lain. Siapkan infrastruktur untuk merelasasikan peluang ini," ujar gubernur.

Gubernur mengatakan multiplier effect dari perkebunan kelapa sawit ini sangat besar dan banyak. Sehingga gubernur benar benar menaruh perhatian kepada BRK untuk bisa mengambil peluang ini.

Andi Rachman mencontohkan ia baru saja menghadiri rapat tahunan pertanggungjawaban Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Amanah Sejahtera di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuansing. BUMDes ini kata gubernur luar biasa. Pada 2017 lalu, unit simpan pinjamnya bisa menyalurkan kredit kepada masyarakat yang sebagai besar  petani sawit hingga senilai Rp 31 miliar lebih.

"Nah, BUMDes setingkat desa saja bisa seperti. Saya pikir BRK bisa sangat lebih dari itu menggarap kredit di sektor perkebunan sawit ini," ujar gubernur.

Tidak itu saja. Industri Pulp and Paper di Riau juga sangat besar multiplier effect ekonominya. Ini juga bisa digarap sama BRK.

Belum lagi nanti jalan tol Pekanbaru - Dumai yang akan memicu pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Akan banyak tumbuh industri pengolahan. Serta industri yang tumbuh di sektor pelayanan dan jasa.

"Saya minta BRK lebih progresif lagi," tutup gubernur.(MC Riau/mtr)


Komentar Anda :
 
Redaksi | Info Iklan
Copyright 2012 cv. PARADIGMA MEDIA MERDEKA (PMM), All Rights Reserved