RIAU MERDEKA / LifeStyle / Aneka Kue Mulai Diincar Warga Pekanbaru

Aneka Kue Mulai Diincar Warga Pekanbaru

LifeStyle - Redaksi | Minggu, 14/4/2019

PEKANBARU - Beraneka varian kue kering maupun kue tradisional lainnya mulai diincar para pembeli menjelang perayaan hari raya idul fitri.

Berdasarkan pantauan tim Media Center Riau di lapangan, terlihat banyaknya pembeli atau warga yang memadati kios dan lapak-lapak pedagang kue dadakan di sepanjang Jalan HR Subrantas Pekanbaru. Ada banyak macam kue yang dijajaki disana.

Yani, Salah seorang pemilik lapak aneka kue lebaran di sekitar rumah sakit Awal Bros Panam mengatakan mendekati hari raya idul fitri, kue dagangannya mulai laris dibeli warga.

Yani menyebutkan tidak ada satu kue yang terlalu dominan yang dibeli warga. Rata-rata pembeli memilih bermacam kue dengan rasa yang berbeda pula.

"Tidak ada yang paling banyak atau yang tidak laris, rata-rata pada beli beraneka macam. Ada yang beli kue kering, kacang-kacangan dan lainnya," sebut Yani, Jumat (31/5).

Aneka kue yang dijual Yani yaitu nastar, cookies coklat, putri salju, kacang mete, kacang polong, peyek, kue bawang, kue mentega, stik keju, kembang goyang, kue sapik, sagu bakar, dan kue lainnya.

"Ada sekitar 100 macam kue dan makanan yang ada disini," katanya.

Untuk harga kue, Yani menyebutkan bermacam-macam tergantung rasa dan bentuk kuenya. Menurut Yani, yang paling mahal yaitu kue nastar dengan harga jual 120 ribu perkilo, sedangkan untuk kue lainnya dibanderol dengan harga yang relatif hampir sama.

Tidak ada perbedaan harga yang mencolok dari tahun lalu. Yani menjelaskan tahun 2018 lalu, Ia menjual kue-kue yang didatangkan dari Payakumbuh, Sumatera Barat ini dengan harga yang sama, tidak terjadi kenaikan pada tahun ini.

"Tahun lalu kami jual dengan harga segini juga, tidak ada perbedaan dari tahun lalu," jelas Yani.

Yani memaparkan, pada tahun-tahun sebelumnya tingkat pembelian kue paling tinggi empat hari sebelum lebaran. Stok kuenya pasti habis diborong warga pada malam terakhir ramadhan atau malam takbiran.

"Kalau untuk jualan kue dari minggu kedua sebelum raya, tapi pembeli paling banyak empat hari sebelum raya. Malam takbiran biasanya kue-kue kami diborong habis sama warga," tambahnya. 
Sumber: (MCR/IP)

(81) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

 
Redaksi | Info Iklan
Copyright 2012 cv. PARADIGMA MEDIA MERDEKA (PMM), All Rights Reserved