RIAU MERDEKA / Otonomi / BI dan Bupati Siak Panen Hadiri Panen Raya di Siak

BI dan Bupati Siak Panen Hadiri Panen Raya di Siak

Otonomi - Redaksi |
Senin, 03/02/2020 - 15:09:02 WIB
SIAK - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau dan Bupati Siak, Alfedri melakukan panen Demplot Padi Organik di Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Senin (3/2/2020).

Bupati Siak yang hadir langsung dalam panen raya padi organik ini pun mengakui, bahwa produksi padi di Demplot padi Kampung Muara Kelantan ini meningkat dari biasanya. Yang biasanya hanya menghasilkan dua ton per tahun, sekarang meningkat jadi sembilan ton lebih. 

"Hasilnya jauh lebih banyak, produktivitas padinya meningkat dari sebelumnya sekitar dua ton mencapai sembilan ton per hektar setiap panen. Artinya, Demplot Padi Organik binaan BI ini berhasil. Di samping itu, pemupukan dengan pupuk organik ini tentunya juga dapat mengembalikan kesuburan tanah," kata Alfedri di lokasi panen raya di Kampung Muara Kelantan, Senin (3/2/2020).

Sementara itu, Deputi Direktur BI Riau, Teguh Setiadi mengatakan, bahwa Demplot atau demontration plot merupakan suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan.

Sehingga, Demplot ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat atau petani dalam bercocok tanam secara organic dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi khususnya tanaman padi sawah. Makanya dalam demplot padi organik ini, BI juga elakukan pendampingan selama empat tahun dalam pengolahan pupuk organik yang terbuat dari kotoran dan air seni sapi ini.

"Kita panen di demplot. Kalau demplot ni luasnya memang cuma satu hektar. Namun kalau ini berhasil, orang kita kan melihat dulu (keberhasilannya, red) baru memepercayai dan mereplikasi. Mudah-mudahan setelah ini gaungnya bisa ke seluruh Kabupaten Siak hingga Riau," kata Teguh Setiadi.

Ia juga menjelaskan, bahwa BI memang konsentrasi terhadap demplot padi untuk mengelola dan menjaga tingkat inflasi di Riau. Sebab, beras merupakan komoditas penyumbang inflasi di Riau.

"Inflasi di Riau akibat beras ini bisa menyumbang sekitar 2,3 persen. Jadi kalau beras ini bisa kita tingkatkan ketersediaannya, kita bisa menjaga kestabilannya," tuturnya. Sumber :(Mcr/rat)

Komentar Anda :
 
Redaksi | Info Iklan
Copyright 2012 cv. PARADIGMA MEDIA MERDEKA (PMM), All Rights Reserved