Polres Rohul Gelar Rakor Kesiapan Penanganan Banjir
RIAUMERDEKA — Polres Rokan Hulu (Rohul) melaksanakan rapat koordinasi lintas instansi dalam rangka kesiapan penanganan bencana alam banjir yang berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Rohul.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di Ruang Bag Ops Lantai II Polres Rokan Hulu. Rapat dipimpin Wakapolres Rohul KOMPOL I Made Juni Artawan, S.I.K., M.H., dan dihadiri Kalaksa BPBD Rohul H. Ridarmanto, S.IP., M.IP.,
Kemudian Plt. Kepala Dinas Sosial P3A April Liyadi, S.E., M.Si., Kabag Ops Polres Rohul KOMPOL Amru Hutauruk, serta pejabat dari BPBD, Satpol PP, Dinsos, dan jajaran Polres Rohul lainnya.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa Bupati Rohul telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor melalui Surat Keputusan Nomor kpts.100.3.3.2/BPBD/895/2025 tertanggal 25 November 2025.
Status siaga berlaku selama 14 hari dan dapat ditingkatkan jika situasi di lapangan menunjukkan peningkatan kerawanan.
Beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori rawan banjir antara lain Kecamatan Rokan IV Koto, Kunto Darussalam, Rambah, Kepenuhan, dan Bonai Darussalam. Sebagai langkah antisipasi, Posko Siaga Bencana telah didirikan di depan Kantor PMI Pasir Pengaraian, sementara Posko Pusat Kendali berada di Kantor BPBD Kabupaten Rohul.
Untuk mempercepat arus informasi, grup WhatsApp lintas instansi juga telah dibentuk sehingga koordinasi dapat dilakukan secara cepat dan terarah.
Sebanyak 496 personel gabungan disiagakan dalam penanganan bencana banjir ini. Kekuatan tersebut terdiri atas 200 personel Satpol PP, 18 personel BPBD, serta 278 personel Polri yang telah tersprint dan siap digerakkan sewaktu-waktu.
Selain itu, sarana dan prasarana penunjang juga telah dipersiapkan oleh masing-masing instansi.
BPBD Rohul menyiapkan speed boat fiber berbagai ukuran, pelampung, dan tenda posko. Dinas Sosial menghadirkan pelampung tambahan serta mobil dapur umum lengkap dengan peralatan dan bahan masak.
Sementara Polres Rohul menyiapkan tenda Samapta posko, perahu kano, pelampung, dan sepatu bot untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Selain kesiapan personel dan perlengkapan, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan gotong royong bersama Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat guna membersihkan parit, gorong-gorong, serta tepian aliran sungai sebagai langkah mitigasi awal menghadapi potensi banjir.
Seluruh rangkaian kegiatan rapat koordinasi berakhir pada pukul 10.10 WIB dan berlangsung dalam situasi aman serta kondusif.
(Humas Polres Rohul)



Tulis Komentar