Mediasi PUK-SPPP SKJ dan SPTI Deadlock

RIAUMERDEKA - Mediasi antara Serikat Pekerja Perkebunan dan Pertanian Sei Kuning Jaya (SPPP-SKJ) dengan Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) di Desa Sesi Kuning Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Deadlock atau menemui jalan buntu. 

Mediasi antara pihak pengurus SPPP-SKJ dengan SPTI yang di inisiasi oleh Polres Rohul di Kantor Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sumatera Karya Agro (SKA) dinyatakan Deadlock, Senin (26/1/2026). 

"Karena Deadlock, Sehingga mediasi tersebut akan dilanjutkan oleh kedua belah pihak di Kantor Bupati Kabupaten Rohul pada Selasa 27 Januari 2026,"ujar Thomson Ketua PUK-SPP SKJ usai mengikuti mediasi yang cukup alot. 

Lantas Ketua SPPP-SKJ Thomson menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota PUK-SPPP se-kabupaten Rohul yang tetap hadir dengan penuh semangat menantikan apa yang menjadi hasil yang diharapkan.

"Secara khusus saya sampaikan terimakasih kepada Ketua dan anggota Satgas SPPP Kabupaten Rohul, yang telah menjalankan tugas dengan baik,"kata dia dihadapan ratusan anggota SPPP-SKJ yang menghidupi keluarganya sebagai buruh bongkar muat yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. 

Diketahui, Selain mediasi itu memutuskan untuk dilakukan mediasi lanjutan di Kantor Bupati. Hasil mediasi juga memutuskan bongkar TBS Kelapa Sawit di PKS PT SKA untuk sementara diambil alih oleh pihak perusahaan. 

Hadir dari Polres Rokan Hulu, Kasat Intelkam AKP Ichsan, SH, Kabag Ops Kompol Hendrix, Jon Heri,SH, Kapolsek Rambah Samo Ipda Sarlose Mesra dan lain-lain.

Kemudian Pimpinan Cabang (PC) SPPP Kabupaten Rohul, Kabul Situmorang, Sekretaris H Sihombing, Satgas SPPP, Ketua PUK SPPP-SKJ Thomson dan Wakil Ketua Naik Tua Sinaga. 

Selanjutnya PC SPTI Kabupaten Rohul M Sahril Topan,ST,MM, Wakil Ketua SPTI Rohul Zulman, M Rois Zakaria, SE, Ketua PUK-SPTI Sei Kuning Intim Sembiring, Sekretaris Misrijal.

Sementara dari PT SKA yang hadir antara lain, Mill Manager M. Nuh, Lagtogen Tarigan PC, Andika Simangunsong, Dana Ananda Putra dan Kades Sei Kuning Abdul Halik. 
(RED/Pal)

 

TERKAIT